Post power syndrome merupakan satu problem psikologis yang di alami oleh seorang yang umumnya masih terbayang-bayang dengan beragam perihal hebat serta besar yang sempat dikerjakan awal mulanya. Beberapa hal ini masih kerap terpikirkan hingga akan membuat penderitanya akan kesusahan buat terima fakta hidup di saat saat ini. Post power syndrome sering didapat oleh banyak orang-tua, terutamanya orang-tua yang miliki karier, jabatan, atau bahkan juga pengalaman hebat waktu masih juga dalam umur yang aktif hingga waktu mereka saat ini hidup di saat pensiun yang kurang demikian menyenangkan serta condong bikin jadi bosan, mereka kurang dapat terima fakta ini.

Pasien post power syndrome umumnya kelihatan dengan keadaan kesehatan orang-tua yang condong tetap lesu serta kelihatan kurang baik. Keadaan kesehatan badan yang kurang baik ini diakibatkan oleh condong pasien post power syndrome yang miliki emosi negatif serta simpel tersinggung kalau diberitahu oleh orang. Mereka yang dahulunya bertindak jadi pemimpin akan kesusahan buat terima arahan orang yang tidak serupa dengan dianya serta dapat menarik diri dari lingkungan sosial. Pasien post power syndrome pula sering berkata terkait keunggulan masa dulu serta condong akan simpel menyerang arahan yang dikeluarkan orang. Kalau Dia pingin emosi, jadi Dia akan tidak ragu-ragu mengeluarkannya walaupun ada pada tempat umum. Singkatnya, pasien post power syndrome amat sering berlangsung pada mereka yang tetap pingin dihargai serta dihormati seperti waktu mereka masih aktif serta miliki jabatan pada umur produktif serta tak dapat terima tempatnya yang saat ini telah pensiun serta tak miliki kekuasaan atau kehormatan seperti waktu dahulu masih terbilang muda.

Pasien post power syndrome sesungguhnya dapat sembuh kalau dikasih pendekatan yang halus oleh keluarganya. Bagian keluarga lain dapat memberi banyak arahan yang baik pada pasien post power syndrome dimana waktu umur tua atau saat pensiun semestinya lebih nikmati waktu bersama-sama keluarga serta lebih mendekatkan diri ke Tuhan bukannya membahas kejayaan masa dulu. Keluarga yang baik umumnya akan terima keadaan apa yang ada dari orang-tua jikalau dapat sama-sama pahami serta sama-sama menjunjung hingga kalau masih mendambakan penghargaan atau penghormatan seperti waktu masa dulu lantas malahan dapat membuat interaksi keluarga yang lebih renggang serta malahan akan membuat pasien post power syndrome kian menanggung derita di saat tuanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *