Bila pada awal tahun 2015 kita seringkali dengar perihal tersedianya virus Ebola yg menebar secara sekejap di banyak negara Afrika, jadi sejak pertengahan tahun 2015 ada satu virus lain yg menyerang sekian banyak negara di Amerika Tengah serta Selatan. virus ini dikatakan sebagai virus Zika. Virus Zika sendiri mulai diketahui di dunia medis sejak mulai dideteksi pada tahun 1947 di benua Afrika. Sehabis pernah tidak demikian terdengar gaungnya, entahlah kenapa mendadak virus ini menebar secara sekejap di Brazil sejak pertengahan tahun 2015 serta menebar luas di sekian banyak negara sekelilingnya di Amerika Selatan serta sekarang di Amerika Tengah.

Infeksi virus Zika pada manusia ditandai berubah menjadi yang menimbulkan penting tersedianya masalah neurologis yg disebutkan dengan microcephaly. Microcephaly sendiri yaitu situasi pada bayi yg baru lahir dimana tempurung kepala serta otaknya miliki ukuran yg lebih kecil bila ketimbang dengan bayi normal. Penebaran virus Zika ini sendiri datang dari gigitan nyamuk Aides Aigypti, nyamuk yg sama yg membuat penyakit Demam Berdarah Dengue serta demam kuning. Tidak hanya itu, penebaran virus ini dapat juga lewat transfusi darah namun juga dari ibu hamil ke bayi yg dikandungnya dengan cara langsung. Perihal ini bermakna Ibu hamil harus sedapat mungkin tidak terserang gigitan nyamuk yg sudah bawa virus itu supaya anaknya dapat lahir dalam situasi yg normal.

Disebabkan persebarannya yg sudah benar-benar cepat serta merisaukan, sejumlah negara di Amerika Selatan serta Tengah seperti Kolombia serta El Salvador bahkan juga sampai menyuarakan saran untuk wanita-wanita di negaranya untuk tunda kehamilan supaya tidak berlangsung masalah bayi yg lahir terserang infeksi virus Zika. Pemerintah Kolombia mengharap banyak wanita di negaranya tidak untuk hamil sampai jangka periode enam sampai delapan bulan ke depan, selain itu, pemerintah El Salvador malahan lebih ekstrim dengan mengharap wanita di negaranya tidak hamil sampai tahun 2018 serta virus Zika udah di stop penyebarannya. Deputi Kementerian El Salvador, Eduardo Espinoza berbicara bila ajakan ini diperuntukan untuk menghindar lahiranya bayi dengan problem microcephaly gara-gara infeksi virus Zika. Dalam tahun 2015 serta awal tahun ini saja, El Salvador sudah terima laporan deteksi virus Zika sampai 5397 masalah dimana 96 antara lain yaitu wanita hamil hingga ajakan ini dirasa penting untuk mencegah penebaran yg makin lebih kritis.

Di Asia sendiri, belakangan ini ada laporan dimana seseorang pria dari Thailand harus dibawa di Rumah Sakit di Taiwan sehabis baru-baru ini datang di Lapangan terbang Internasional Taoyan lantaran diindikasi sudah terserang virus Zika. Pada tahun 2013 serta 2015, sejumlah negara di Asia Tenggara serta Asia Selatan seperti Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, sampai Maladewa sempat mengetahui tersedianya virus Zika ini tapi dalam banyaknya yg relatif amat rendah. Pria asal Thailand ini ditandai sudah alami sakit kepala saat di lapangan terbang Bangkok, Thailand hingga harus dikontrol oleh Team Medis Lapangan terbang. Memang, hasil kontrol pria ini negatif virus DBD tapi saat sampel ini dikirim ke CDC Taiwan (Taiwan Centers for Disease Control), pria ini nyatanya terdeteksi sudah terinfeksi virus Zika.

Pemerintah Taiwan sendiri belakangan ini keluarkan himbauan pada masyarakatnya, terutamanya wanita yg tengah hamil, tidak untuk mendatangi Negara-Negara Amerika Selatan serta Tengah serta memandang sekian banyak negara itu masuk dalam level “berbahaya” untuk didatangi lantaran tersedianya penebaran infeksi virus Zika. Himbauan yang sama pula dilaksanakan untuk mereka yg memiliki rencana untuk mendatangi sekian banyak negara Asia Tenggara serta Selatan seperti Indonesia, filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, namun juga Maladewa biarpun level bahayanya makin lebih rendah. Tidak hanya itu, dokter-dokter di Taiwan diperintah untuk menyampaikan bila ada isyarat penemuan infeksi virus Zika dalam jangka periode kurang dari 24 jam ke CDC Taiwan untuk perlakuan yg cepat serta pas.

Ahli kesehatan berbicara jika masih belumlah ada obat atau vaksin yg dapat menghindar infeksi virus Zika ini hingga kita harus pintar-pintar mengontrol badan supaya tidak simpel tergigit nyamuk yg bawa virusnya. Buat perlindungan diri pribadi dari infeksi virus Zika, jadi kita harus buat perlindungan badan supaya tidak simpel tergigit nyamuk aides aigypti lewat cara memanfaatkan pakaian berlengan panjang serta celana panjang, baju-baju berwarna cerah yg tidak mencuri perhatian nyamuk, serta pakai lotion penangkal nyamuk pada anggota tubuh yg tidak ditutupi kemeja.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *