Katarak merupakan keadaan dimana ada tumpukan protein pada lensa yg membuat berawan. Perihal ini bisa membiaskan sinar yg lewat lensa sampai-sampai tidak konsentrasi ke retina, yg selanjutnya pandangan akan kelihatan berkabut seperti menyaksikan asap serta kehilangan pengelihatan.

Diketahui, cahaya sinar masuk ke mata, melalui kornea, aqueous komedi (cairan transparan pada bagian rongga mata depan), lantas melalui pupil serta ke lensa. Lensa membelokkan cahaya sinar untuk menitik beratkan objek retina. Dari sana, gambar melalui sel retina, ke saraf optik, serta selanjutnya ke otak sisi occipital untuk mengolah gambar.

Kebanyakan masalah katarak tampak pada umur tua jadi gara-gara paparan tiada henti pada dampak lingkungan serta dampak yang lain. Berbagai hal yang bisa memengaruhinya merupakan merokok, radiasi cahaya ultraviolet, serta penambahan takaran gula darah.

Terkecuali itu, katarak bisa juga berlangsung komplikasi berbentuk perdarahan di muka mata (hifema), serta lepasnya susunan retina mata (ablasio retina) gara-gara operasi katarak atau kekeruhan lensa. Beberapa orang bisa juga merasakan silau saat operasi kekeruhan lensa atau katarak .

Komplikasi yang bisa tampak saat operasi termasuk rendah. Tetapi jika operasi katarak atau kekeruhan lensa alami komplikasi, karena itu bisa saja ada kehilangan pandangan beberapa atau keseluruhan.

Katarak kebanyakan terjadi perlahan yg membawa dampak kehilangan pandangan serta punya harapan bikin kebutaan apabila katarak sangat tebal. Di bawah ini merupakan beberapa jenis katarak yg umum berlangsung:

Beberapa faktor lain yang bisa menaikkan kemungkinan seorang terserang katarak termasuk juga asap rokok, polusi udara, serta mengonsumsi alkohol berat.

Katarak kebanyakan terbuat perlahan-lahan serta membawa dampak gejala-gejala hingga selanjutnya sinar tidak bisa melalui lensa. Pada waktu itu bermakna mata sekali-kali tidak bisa menyaksikan. Tanda-tanda itu mencakup:

Kontrol mata akan dijalankan untuk mengetes sebagaimana baik mata bisa menyaksikan. Kala dijalankan kontrol lebih baiknya Anda bawa kacamata atau memakai lensa kontak untuk memperoleh visus paling baik serta paham apa kacamata Anda masih berperan secara baik. Dokter akan juga memperlebar pupil dengan tetes mata midriatikum untuk periksa keadaan lensa serta sisi lain dari mata dengan alat ophtalmoskopi.

Terkecuali itu, ada kontrol dengan memakai senter yg disasarkan pada samping mata, yg akan menunjukkan kekeruhan pada lensa mata yg bersifat seperti bulan sabit (shadow test positif).

Kontrol penambahan lain yang bisa dijalankan merupakan kontrol dengan alat slit lamp sampai kontrol oftalmoskopi pada wilayah retina. Perihal ini dijalankan jika diduga ada kelainan penambahan di banyak organ lain dalam mata.

Apabila pengelihatan bisa diperbaiki dengan kacamata, mungkin dokter akan memberi resep kacamata serta bisa diperhitungkan keperluan untuk operasi. Tetapi, apabila kehilangan pandangan tidak bisa dikoreksi dengan kacamata serta katarak mengganggu kehidupan sesehari, pasien butuh operasi katarak.

Dalam operasi katarak, lensa yg keruh akan diangkat serta diganti dengan lensa plastik bening. Operasi itu kebanyakan dijalankan dengan pembiusan lokal biar mata Anda jadi mati rasa.

Selesai operasi, dokter biasanya akan menyarankan pemanfaatan dua style obat tetes mata. Obat tetes yang memiliki kandungan antibiotik untuk menghindar infeksi serta yang memiliki kandungan steroid untuk kurangi pembengkakan.

Lantaran pemicu dari katarak belumlah juga didapati dengan tentunya, tidak ada sistim yg bisa dibuktikan menghindar datangnya penyakit ini. Katarak serta keadaan lain seperti glaukoma kerap berlangsung pada seorang dewasa yg lebih tua, karena itu kontrol teratur untuk mata penting dijalankan, terlebih apabila punyai perihal kemungkinan atau kisah keluarga dengan soal mata. Orang dewasa harus datang ke dokter mata paling tidak tiap-tiap dua tahun sekali serta tiap-tiap tahun apabila Anda berumur 50 tahun ke atas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *