Pemberian susu soya pada anak anak dengan alergi susu sapi yakni pilihan yang paling mungkin untuk diberi pada anak anak dengan alergi susu sapi. Soya gunakan isolat protein kedelai jadi bahan basic. Isolat protein kedelai itu miliki kandungan protein tinggi yang sama dengan susu sapi. Susu formula soya kira-kira sama faedah nutrisinya dibanding formula hidrolisat ekstensif, tapi tambah murah serta rasa-rasanya lebih familiar.

American Academy of Pediatrics mengatakan kalau susu formula berbasiskan protein kedelai sebagai pilihan yang logis untuk bayi cukup bulan yang tidak dapat mentolerir sapi formula berbasiskan susu atau laktosa yang diketemukan dalam susu formula sapi. Seperti pada ASI, kalsium serta fosfor pada susu formula soya miliki perbandingan 2: 1 untuk mendukung pembentukan tulang serta gigi yang kuat.

Satu kegelisahan yang meluas kala pasien gunakan susu formula soya. Banyak dokter atau orang-tua menyangsikan pemanfaatannya sebab beberapa kontrovesi yang ada. Pro kontra yang masih seringkali muncul yakni tersedianya kandungan fitoestrogen dalam susu formula soya. Beberapa pakar mempersoalkan tersedianya isoflavon kedelai, sebagai bagian keluarga fitoestrogen. Fitoestrogen pada kedelai bisa halangi enzim yang diperlukan badan untuk membuahkan hormone testoteron (hormone pria).

Namun hingga sampai sekarang ini, dari peneitian yang didapat belum cukup kuat mau membuat hipotesa itu. Belum diketemukan resikonya dari pemanfaatan waktu pendek atau panjang protein kedelai udah dicermati pada manusia serta paparan susu formula berbasiskan kedelai nampaknya tidak akibatkan hasil reproduksi yang tidak sama dari paparan sapi susu formula. Formula kedelai nampaknya jadi pilihan makan aman untuk umumnya bayi dengan alergi susu sapi. Namun untuk menjauhi beberapa perihal yang tidak diharapkan kebanyakan dokter menganjurkan untuk berikan anak susu soya berselingan dengan susu yang terhidrolisa beberapa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *